

Geara Adelaide Pranata merupakan gadis kelahiran Depok, 1 Oktober 1997 dari sepasang suami istri pribumi bernama Gevanno Pranata dan Tiara Larasati. Nama Geara sendiri merupakan gabungan dari nama kedua orang tuanya Gevanno dan Tiara. Kedua orang tuanya adalah PNS bukan Pegawai Nagita Slavina melainkan Pegawai Negeri Sipil. Geara merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Geara merupakan anak yang manis namun katanya janganlah dicium nanti merahlah pipinya.


Geara lahir pada waktu maghrib (WII seramnya oii). Geara memiliki 1 kakak laki-laki bernama Genandra Adriel Pranata yang usianya hanya terpaut 1 tahun dengannya. Meskipun Geara anak terakhir, ia tidak dimanjakan oleh kedua orang tuanya, tetapi dimanjakan dengan kakak laki-lakinya sendiri. Keduanya tumbuh bersama di lingkungan yang sama. Dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas, mereka selalu satu sekolah.
Namun, semuanya berubah ketika memasuki perguruan tinggi. Mereka dihadapkan pada pilihan yang sulit. Geara mendapatkan beasiswa untuk belajar di sebuah sekolah musik di luar kota. Sedangkan Genandra diterima di salah satu perguruan tinggi terkemuka untuk studi teknik mesin.
Saat ini, mereka melanjutkan karir mereka sesuai dengan studi yang mereka ambil di perguruan tinggi. Walaupun mereka hanya berbeda setahun, tidak jarang mereka tidak bertengkar. Hampir setiap hari terdengar teriakan dari kamar Geara karena ulah iseng dari Genandra. Meskipun begitu, jauh di dalam hatinya, Genandra sangat menyayangi adiknya itu, lebih dari apapun.


Geara adalah seorang perempuan yang hidup dan bernapas melalui musik. Dengan suara yang memukau dan bakat musik yang tak tertandingi, dia menggabungkan dua hasrat utamanya: bernyanyi dan bermain musik.
Rambutnya yang panjang dan berkilau sering dibiarkan tergerai, menciptakan aura yang begitu alami dan autentik. Senyumnya yang ramah dan penuh semangat selalu ada saat dia menyanyikan lagu-lagu yang dia cintai atau menghasilkan melodi yang menawan dari instrumen musiknya.
Hobi bernyanyi dan bermusiknya bukan hanya tentang bakat semata, tetapi juga tentang hasrat dan dedikasi yang mendalam. Dia senang berbagi musiknya dengan orang lain dan sering menghabiskan waktu di studio rekaman atau panggung lokal. Dia adalah contoh nyata dari seseorang yang hidup untuk musik dan menginspirasi banyak orang dengan kecintaannya yang mendalam terhadap seni ini.
Walaupun sempat dapat penolakan dari orangtua, Geara tidak menyerah dalam memperjuangkan hobi dan juga cita-citanya. Alhasil, ia mampu menempuh pendidikan tanpa biaya sepersen pun dari kedua orangtuanya.